SELAMAT DATANG DI BLOG WINDA

Jumat, 07 Juni 2013

tugas mikrola tentang vibrio sp



1.         Pengertian  bakteri Vibrio sp
            Vibrio merupakan pathogen oportunistik yang dalam keadaan normal ada dalam lingkungan pemeliharaan, kemudian berkembang dari sifat yang saporfitik menjadi patogenik jika kondisi lingkungannya memungkinkan. Vibrio sp merupakan salah satu bakteri patogen yang tergolong dalam divisi bakteri, klas Schizomicetes, ordo Eubacteriales, Famili Vibrionaceae. Bakteir ini bersifat gram negatif, fakulttif anaerobik, fermentatif, sel tunggal bentuk sel batang dengan ukuran panjang berukuran panjang (1,4 – 5,0) µm dan lebar (0,3 – 1,3) µm, yang bengkok (koma) atau lurus, motil,menghasilkan katalase dan oksidase dan bergerak dengan satu flagella pada ujung sel (Austin, 1988).
            Bakteri Vibrio merupakan genus yang dominan pada lingkungan air payau dan estuaria. Umumnya bakteri Vibrio menyebabkan penyakit pada hewan perairan laut dan payau. Vibrio sp  mempunyai sifat gram negatif, dan mempunyai flagella polar. Bakteri Vibrio sp. adalah jenis bakteri yang dapat hidup pada salinitas yang relatif tinggi. Bakteri Vibrio berpendar termasuk bakteri anaerobic fakultatif, yaitu dapat hidup baik dengan atau tanpa oksigen. Bakteri Vibrio tumbuh pada pH 4 - 9 dan tumbuh optimal pada pH 6,5 - 8,5 atau kondisi alkali dengan pH 9,0 (Baumann et al., 1984 cit. Herawati, 1996).

2.         Cara Hidup Bakteri Vibrio sp  Pada Organisme
            Bakteri vibrio yang pathogen dapat hidup di bagian tubuh organism lain baik di luar tubuh dengan jalan menempel, maupun pada organ tubuh bagian dalam seperti hati, usu dan sebagainya. Menurut Wagiyo (1975) dampak langsung bakteri patogen dapat menimbulkan penyakit, parasit, pembusukan dna toksin yang dapat menyebabkan kematian biota yang menghini perairan tersebut.



3.         Jenis-janis Vibrio sp
            Beberapa jenis vibrio yang bersifat patogen yaitu dengan mengeluarkan toksin ganas dan seringkali mengakibatkan kematian pada manusia dan hewan. Vibrio cholera yang bersal dari darat atau air tawar, sudah dikenal sebagai penyebab penyakitmuntah berak diIndonesia (Thayib, 1977). Jenis vibrio yang bersifat pada ikan dan invertebrata laut adalah Vibrio alginolyticus, V. damsela, V. charchariae, V.anguilarum, V. ordalli, V. cholerae, V. salmonicida, V. vulnificus, V. parahaemolyticus, V. pelagia, V. splendida, V. fischeri dan V. harveyi (Austin dan Austin, 1993).

            3.1.Vibrio Anguillarum
                        Mempunyai ciri-ciri warna putih–kekuning-kuningan, bulat, menonjol dan berkilau.Karakteristi fisika-biokimia adalah pewarnaan gram negatif, dan             mempunyai      sifat fermentatif, katalase, oksidase, glukosa, laktosa, sellobiosa,    galaktosa dan manitol positif. Sedangkan methyl red dan H2S negatif.
            3.2 Vibrio alginolyticus.
                        Mempunyai ciri-ciri berwarna kuning, diameter 3-5 mm. Karakteristik fisika-          biokimia adalah pewarnaan gram negatif, dan mempunyai sifat fermentatif, katalase,           oksidase, methyl red dan H2S glukosa, laktosa, dan manitol positif. Sedangkan         sellobiosa, fruktosa, galaktosa negatif.

            3.3 Vibrio cholera
                        Mempunyai ciri-ciri sebagai beriku : Berwarna kuning, datar, diameter 2-3 mm,warna media berubah menjadi kuning. Karakteristik fisika-biokimia adalah            pewarnaan gram negatif, dan mempunyai sifat fermentatif, katalase, oksidase, methyl           red dan H2S    glukosa, laktosa, galaktosa dan manitol positif. Sedangkan sellobiosa,             fruktosa, bersifat negatif.
            3.4 Vibrio salmonicida
                        Mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: berwarna bening, diameter < 1 mm,     bulat, menonjol dan utuh. Karakteristik biokimia adalah pewarnaan gram negatif, dan mempunyai sifat fermentatif, katalase, oksidase, glukosa positif. Sedangkan methyl      red, H2S, laktosa, galaktosa, manitol sellobiosa, fruktosa, bersifat negatif.
            3.5 Vibrio vulnificus.
                        Mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: berwarna biru sampai hijau, diameter 2-3         mm. Karakteristik biokimia adalah pewarnaan gram negatif, dan mempunyai sifat        fermentatif, katalase, oksidase, methyl red dan H2S glukosa, sellobiosa, fruktosa,      galaktosa dan manitol positif. Sedangkan, laktosa bersifat negatif.
            3.6 Vibrio parahaemolyticus.
                        Mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: berwarna biru sampai hijau, diameter 3-           5 mm, dipusat koloni berwarna hijau tua. Karak-teristik fisika-biokimia adalah pe- warnaan gram negatif, dan mempu-nyai sifat fermentatif, katalase, oksidase, glukosa,        laktosa, galak-tosa dan manitol positif. Sedangkan sellobiosa, fruktosa, methyl red       dan H2S bersifat negatif.
           
4.         Bakteri Vibrio sp yang di isolasi
Bakteri Vibrio sp. NM 10 yang diisolasi dari Leiognathus nuchalis bersifat antagonis terhadap Pasteurella piscicida karena menghasilkan protein dengan berat molekul kuang dari 5 kDA. Protein tersebut diduga bacteriocin atau senyawa serupa bacteriocin (bacteriocin like substance) (Sugita et al., 1997 cit. Isnansetyo, 2005). Bacteriocin adalah senyawa yang banyak dihasilkan oleh bakteri asam laktat (Ringo and Gatesoupe, 1998). Kamei dan Isnansetyo (2003) menemukan Pseudomonas sp. AMSN mampu menghambat pertumbuhan Vibrio alginolyticus karena menghasilkan senyawa 2,4 diacetylploroglucinol. Bacillus sp. NM 12 yang diisolasi dari intestine ikan Callionymus sp. mampu  menghambat Vibrio vulnificus RIMD 2219009 dengan cara menghasilkan siderofor (Sugita et al., 1998). Siderofor merupakan protein spesifik pengikat ion Fe dengan berat molekul rendah yang mampu melarutkan Fe yang mengendap. Mekanisme tersebut merupakan kompetisi pemanfaatan senyawa tertentu oleh mikroorganisme.
            Terdapatnya bakteri pathogen Vibrio di perairan pantai menandakan adanya kontak dengan buangan limbah industri dan rumah tangga      seperti tinja manusia atau sisa bahan makanan lainnya, di mana bakteri tersebut             secara langsung akan tumbuh dan berkembang bila kondisi perairan tersebut           memungkinkan. Selanjutnya dari keadaan ini kemudian akan berpengaruh terhadap biota perairan dan akhirnya pada manusia.
            Bakteri dari spesies Vibrio secara langsung akan menimbulkan penyakit (pathogen), yang dapat menyebabkan kematian biota laut yang menghuni perairan, dan secara tidak langsung bakteri yang terbawa biota laut seperti ikan akan dikonsumsi oleh manusia, sehingga menyebabkan penyakit pada manusia. Salah satu jenis bakteri yang
dikenal berbahaya pada manusia adalah Bakteri Vibrio cholera dikenal sebagai penyebab penyakit perut (gastroenteritis). Bakteri ini sebenarnya adalah penghuni darat dan air tawar. Keberadaannya di laut disebabkan terbawa oleh aliran sungai atau air buangan. Hal ini menyebabkan perairan pantai akan terkontaminasi oleh bakteri V.cholera.
            Genus Vibrio merupakan agen penyebab penyakit vibriosis yang menyerang hewan laut seperti ikan, udang, dan kerang-kerangan. Spesies Vibrio yang berpendar umumnya menyerang larva udang dan penyakitnya disebut penyakit udang berpendar. Bakteri Vibrio menyerang larva udang secara sekunder yaitu pada saat dalam keadaan stress dan lemah, oleh karena itu sering dikatakan bahwa bakteri ini termasuk jenis opportunistic patogen.
Ciri-ciri udang yang terserang vibriosis antara lain kondisi tubuh lemah, berenang lambat, nafsu makan hilang, badan mempunyai bercak merah-merah (red discoloration) pada pleopod dan abdominal serta pada malam hari terlihat menyala (Sunaryoto et al., 1987). Udang yang terkena vibriosis akan menunjukkan gejala nekrosis. Gambar 2 menunjukkan bagian kaki renang (pleopoda) dan kaki jalan (pereiopoda) menunjukkan melanisasi. Bagian mulut yang kehitaman adalah kolonisasi bakteri pada esophagus dan mulut.





TUGAS MIKROBILOGI LAUT

Paper Tentang Bakteri Vibrio Sp




OLEH :

WINDARTI NOFRIYAN NENGSIH
1004136050
ILMU KELAUTAN










LABORATORIUM MIKROBIOLOGI PANGAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar