SELAMAT DATANG DI BLOG WINDA

Senin, 07 Mei 2012

RUPA DARAH SECARA MAKROSKOPIS DAN MIKROSKOPIS SEBELUM DAN SESUDAH HAEMOLISIS

I PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Fisiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari segala proses yang berlangsung dalam tubuh makhluk hidup, baik organisme ber-sel tunggal maupun ber-sel banyak, termasuk interaksi antar sel, jaringan, organ serta semua komunikasi intercellular, baik energenik maupun metabolik. (Windarti et al, 2011).
Fisiologi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari fungsi, mekanisme, dan cara kerja dari organ, jaringan, dan sel – sel organisma. Fisiologi mencoba menerangkan faktor – faktor fisika dan kimia yang mempengaruhi seluruh proses kehidupan. (Fujaya, 2004)
Fisiologi mempelajari fungsi organ – organ tubuh atau fungsi keseluruhan organisme. Organ artinya alat – alat tubuh seperti hati, paru – paru, insang, jantung, ginjal yang merupakan bagian tubuh hewan sedangkan pada tumbuhan oragn antara lain meliputi akar, batang, daun, bunga. Organ – organ tersebut menyusun suatu organisme yaitu makhluk hidup baik yang makroskopik (berukuran besar, dapat dilihat dengan mata manusia tanpa bantuan alat) maupun yang mikroskopis (berukuran kecil, tidak dapat dilihat dengan mata manusia tanpa bantuan alat). Fisiologi mencakup pembahasan tentang apa yang dilakukan oleh makhluk hidup dan bagaimana mereka melakukan agar mereka lulus hidup dan dapat mengatasi berbagai tantangan dari lingkungan hidupnya sehingga mereka dapat beradaptasi dan memppertahankan eksistensinya. (Yuwono, 2001)  
Ikan adalah hewan yang bertulang belakang (vertebrata) yang berdarah dingin (poikilothermal) dimana hidupnya dilingkungan air, pergerakan dan keseimbangan dengan menggunakan sirip serta pada umumnya bernafas dengan insang. (Raharjo, 1980).
2.1       Tujuan dan Manfaat
            Tujuan dari praktikum rupa darah secara makroskopis dan mikroskopis  sebelum dan sesudah  haemolisis serta menentukan tahanan osmotic sel-sel darah merah yaitu agar mahasiswa mengetahui bentuk-bentuk darah dan dapat mengetahui perubahan-perubahan darah sesudah di campur larutan.
            Manfaat yang dapat diambil dari hasil praktikum ini adalah adalah dapat mengetahui rupa darah baik itu dengan mata telanjang maupun dengan menggunakan mikroskop, selain itu mahasiswa juga dapat mengetahui caramembuat preparat ulas serta dapat membedakan jenis-jenis darah yang ada pada tubuh ikan sampel.
 









II TINJAUAN PUSTAKA

Hewan air adalah makhluk hidup yang habitatnya di perairan dan tidak dapat memanfaatkan secara langsung zat – zat anorganik (organisme heterotrof) tetapi mereka dapat mendapatkan makanannya dari mikroba, tumbuhan atau hewan lainnya. Pada umumnya hewan air melakukan pergerakan untuk mencari makananan. (Yuwono, 2001)
Menurut Khairuman (2008), di Indonesia, ikan mas mulai dikenal pertama kali di daerah Galuh, Ciamis, Jawa Barat sekitar tahun 1860. Setelah itu, berkembang ke daerah lain di Jawa Barat. Sejak permulaan abad ke – 23, budi daya ikan mas yang dilakukan di kolam dan di sawah, mulai berkembang di beberapa daerah di luar Jawa. Pada tahun 1892, ikan mas mulai didatangkan ke Bukittinggi, Sumatera Barat dan Sumatera Utara, ikan mas didatangkan pada tahun 1903. Di Medan, ikan mas didatngkan pada tahun 1905. Sementara itu, ikan mas mulai dikenal di Sulawesi pada tahun 1895 yang diawali dari daerah Tondano, Sulawesi Utara. Di Manado, ikan mas didatangkan pada tahun 1905. Pada tahun 1936, di Sulawesi Selatan, ikan mas mulai dipelihara di sawah. Di Pulau Bali, ikan mas pertama kali didatangkan pada tahun1903 dan mulai dbudidayakan di sawah pada tahun 1931. Di Pulau Flores, ikan mas didatangkan pertama kali pada tahun 1932.
Spesies ikan mas (Cyprinus carpio) masuk dalam genus Cyprinus dari famili Cyprinidae. Di berbagai tempat ikan mas disebut sebagai ikan tambra, raya atau ameh. Ikan memiliki bentuk badan memanjang, sedikit pipih ke samping (compressed). Mulut dapat disembulkan terletak di ujung tengah (terminal). Mempunyai sungut dua pasang. Menurut beberapa ahli ikan, sungut inilah sebagai ciri pokok untuk membedakan ikan mas koki (Carasius auratus) yang strainnya sudah banyak itu dengan ikan mas karper (Cyprinus carpio), yang mempunyai strain banyak juga. Sirip punggung panjang dengan bagian belakang berjari – jari keras. Letak permulaan sirip punggung ini berseberangan dengan permulaan sirip perut. Ikan mas mempunyai sisik relatif  tipe Cycloid, mempunyai garis rusuk yang lengkap berada pada pertengahan sirip ekor. Gigi kerongkongan (pharyngeal teeth) terdiri dari tiga baris yang berbentuk graham. (Susanto, 2004).
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengagkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri (wikipedia,2012).
Darah mengangkut oksigen dari insang ke jaringan dan mengankut CO2 dari jaringan ke insang. Pada kebanyakan sepesies ikan, O2terikat pada haemoglobinpada darah sel merah. Tetapi pada sebagian ikan tidak memerlukan Hb untuk transparans O2dan Hb darah. Dua tipe peredaran darah dalam Hb sangat pada  respirasi ikan. Ketika darah mencapai jaringan, dimana CO2 tinggi, afinitas dankejenuhan menurun dan demikian O2 akan dilepaskan dari Hb dan berdifusikedalam jaringan (Pulungan,at,.al. 2010)




III METODE PRAKTIKUM

3.1       Waktu dan Tempat
Praktikum fisiologi hewan air tentang rupa darah secara makroskopis dan mikroskopis sebelum dan sesudah haemmolisis serta menentukan tahanan osmotik ini dilaksanakan pada hari jum’at, 22 April 2012 pukul 10.00 – 12.00 WIB. Bertempat di Laboratorium Biologi Perikanan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Riau.
3.2       Bahan dan Alat
            Adapun bahan-bahan yang di gunakan dalam praktikum ini adalah  ikan lele dan ikan mas,aquades,larutan NaCl 3%,ethanol,pewarna giemsa.
            Sedangkan alat yang di gunakan adalah jarum suntik,baki,kain lap,objek glas,cover glas,mikroskop.
3.3  Metoda Praktikum
            Metode yang di pakai dalam praktikum ini yaitu metode pengamatan yang di lakukan secara langsung oleh praktikan, di mana data dan informasi yang di butuhkan dapat di peroleh dengan mempraktekan langsung sehingga bisa mengetahui bentuk sel darah dan tekanan osmotic pada ikan lele dan mas.
3.4       Prosedur Praktikum
3.4.1        Cara mengambil darah ikan
·         Ikan dibius dengan minyak cengkeh secukupnya (sekitar 5 tetes/ liter) sampai pingsan
·         Jarum suntik dan spuit dibasahi dengan EDTA 10 atau heparin guna mencegah pembekuan darah
·         Darah ikan diambil melalui vena caudalis. Darah dimasukkan ke dalam tabung eppendorf yang sudah dibasahi EDTA 10% atau heparin. Bila disimpan dalam termos (+ pecahan es batu), darah tahan selama ± 3 jam.
3.4.2        Cara menyiapkan sampel darah ikan untuk proses hemolisi
·         Ambil 3 buah tabung reaksi dan beri label A, B, dan C. kemudian, ke dalam tiap – tiap tabung masukkan 1 cc darah ikan. Pada tabung A, tambahkan 1 cc aquades. Pada tabung B masukkan 1 cc NaCl 3% dan darah pada tabung C dibiarkan seperti semula/ tidak ditambah apa- apa. Tabung dikocok, lalu dibiarkan selama 5 menit.
·         Buatlah preparat ulas/ usap darah dari darah yang sudah diperlakukan tersebut. Dari setiap tabung, ambil 1 tetes darah, teteskan pada bagian ujung dari objek glass. Kemudian, ambil objek glass lain, sentuhkan salah satu ujungnya pada tetesan darah tersebut dan geser sepanjang objek glass (objek glass untuk menggeser darah dalam posisi sudut 450 terhadap objek glass tempat darah diteteskan).
·         Kemudian, angkat objek glass dengan ulasan darah tersebut dan terawang pada cahaya datang (dasar hitam) dan cahaya tembus (dasar putih). Amati dengan menggunakan mikroskop.
·         Selanjutnya, darah pada tabung A ditambah lagi dengan 1 cc larutan NaCl 3. Darah paa tabung B ditambah dengan 1 cc aquades . Dengan demikian, perbandingan volume darah, air dan larutan NaCl 3 pada tabung A dan B menjadi sama.

3.4.3        Cara membuat sampel untuk pengamatan jenis – jenis darah
·         Buatlah preparat ulas darah dari darah ikan yang murni (tidak ditambah NaCl maupun aquades)
·         Preparat dikeringkan sselama 5 menit
·         Preparat dicelup pada ethanol murni dan dikeringkan sekitar 5 menit
·         Preparat dicelup dalam larutan Giemsa dan dikeringkan selama 5 menit
·         Preparat dicuci dengan air bersih, dengan cara dicelup – celupkan ke dalam air sampai kelebihan pewarna Giemsa bersih
·         Preparat dikeringkan lagi dan siap diamati di bawah mikroskop
·         Gambarlah bentuk – bentuk sel darah merah dan putih. Amati bentuk inti serta kondisi sitoplasma.
3.4.4    Cara membuat sampel menentukan tahanan osmotic sel-sel darah merah
·         Sediakan 9 buah tabun dan beri nomor 1-9
·         Buatlah larutan NaCl 0%; 0,3%; 0,4%; 0,5%; 0,6%; 0,7%; 0,8%; 0,9%; 1%; 3%.
·         Isilah tiap-tiap tabung dengan larutan NaCl dengan konsentrasi yang berurutan.
·         Teteskan 10 tetes darah ikan yang tersedia ke dalam tiap-tiap tabung campurkan secara hati-hati dan biarkan lebih kurang 30 menit,setelah 30 menit coba amati kondisi lapisan merah di permukaan air,pada tabung mana lapisan merah tersebut lenyap/tidak terlihat lebih cepat.


IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1       Hasil
Berdasarkan hasil pengamatan pada praktikum rupa darah secara makroskopis dan mikroskopis sebelum dan sesudah haemmolisis serta menentukan tahapan osmotic sel-seldarah merah ini dapat diketahui hasilnya adalah sebagai berikut:
Ikan mas (Cyprinus carpio) diklasifikasikan kedalam ordo: Cypriniformes, family  : Cyprinidae, genus : Cyprinus, species : Cyprinus carpio.




Gambar 1. Darah Kontrol




Gambar 2. Darah + Aquades



Gambar 3. Darah + NaCl 3%



Gambar 4. Darah + Aquades + NaCl 3%



Gambar 5. Darah + NaCl 3% + Aquades
4.1 Pembahasan
Pada praktikum ini dapat terlihat bahwa darah kontrol masih dalam keadaan ukuran yang normal dan susunan darahnya rapi. Darah yang ditambah aquades terlihat di bawah mikroskop sel darahnya mengalami pembengkakan atau membesar karena aquades masuk kedalam sel dan jarak antar sel darah jarang atau berjauhan. Sedangkan darah yang ditambahkan NaCl 3% terlihat di bawah mikroskop rupa sel darahnya mengkerut ini terjadi akibat sifat dari NaCl yang dapat menyerap air sehingga cairan sel di dalam sel tertarik keluar sehingga sel darah menjadi mengkerut dan jarak antar sel menjadi rapat. Darah yang diberi aquades kemudian diberi NaCl 3% akan membuat rupa sel darah agak mengkerut sedangkan darah yang diberi NaCl 3% dan kemudian diberi aquades membuat rupa darah hampir mengarah kebentuk normal.
Bila sel-sel darah dimasukkan kedalam suatu cairan yang hypertonis atau hypotonis terhadap cairan interaseluler, maka terjadi proses osmasa dan difusi. Bila tekanan osmosa cairan diluar sel sama dengan didalam sel , maka sel darahtidak mengalami perubahan. jika cairan didalam sel hypertonis terhadap cairandidalam selmaka sel-sel akan kehilangan cairan sehingga mengakibatkan sel mengalami pengkerutan, (Windarti,at.,al.2012)
Fujaya (2004) menyatakan, membran sel darah merah sifatnya permiabel terhadap air, glukosa dan urea, tetapi impermiabel terhadap garam-garam. Airdapat mengalir melalui membran sel, oleh karena itu bila darah dimasukan kedalam larutan yang hipotonis maka sel darah merah akan pecah. Peristiwa pecahnya sel darah merah hingga isinya menyebar keseluruh larutan disebut Haemolisis. Namun apabila darah dimasukkan kedalam larutan yang isotonis (larutan fisiologis untuk ikan NaCl 0,6%) maka sel darah tidak akan mengalami perubahan.
Di dalam matrik cairan darah terdapat sel – sel darah. Sel yang menyangkut oksigen disebut eritrosit. Sel yang berperan dalam kekebalan dan pertahanan tubuh disebut leukosit dan sel yang berperan dalam homeostatis disebut trombosit. (Yuwono, 2001)










V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1       Kesimpulan
            Pada praktikum ini dapat terlihat bahwa darah kontrol masih dalam keadaan ukuran yang normal dan susunan darahnya rapi. Darah yang ditambah aquades terlihat di bawah mikroskop sel darahnya mengalami pembengkakan atau membesar karena aquades masuk kedalam sel dan jarak antar sel darah jarang atau berjauhan. Sedangkan darah yang ditambahkan NaCl 3% terlihat di bawah mikroskop rupa sel darahnya mengkerut ini terjadi akibat sifat dari NaCl yang dapat menyerap air sehingga cairan sel di dalam sel tertarik keluar sehingga sel darah menjadi mengkerut dan jarak antar sel menjadi rapat. Darah yang diberi aquades kemudian diberi NaCl 3% akan membuat rupa sel darah agak mengkerut sedangkan darah yang diberi NaCl 3% dan kemudian diberi aquades membuat rupa darah hampir mengarah kebentuk normal.
5.2       Saran
Didalam melakukan praktikum rupa darah secara makroskopis dan mikroskopis sebelum dan sesudah haemmolisis penulis menyarankan agar praktikan tidak main-main dalam mengambil darah ikan dan semua praktikan dapat melakukan pengambilan darah ikan dengan menggunakan suntik dan juga para praktikan harus memperhatikan asisten ketika menjelaskan cara kerja dalam menjalankan praktikum agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan praktikum dan akhirnya dapat memperoleh informasi yang akurat.


DAFTAR PUSTAKA

Fujaya, Yusinta. 2004. Fisiologi Ikan Dasar Pengembangan Teknologi Perikanan. PT Rineka Cipta, Jakarta. 179 hal.
Khairuman, dkk. 2008. Budidaya Ikan Mas Secara Intensif. PT Agromedia Pustaka, Jakarta. 100 hal.
Pulungan, chaidir.P, Windarti, Ridwan Manda.P, 2010 Penuntun Praktikum Ikhtiologi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau (Tidak diterbitkan)
Rahardjo, S. 1980. Oseanografi Perikanan I. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. 141 hal.
Susanto, Heru. 2004. Budidaya Ikan di Perkarangan. Penebar Swadaya, Jakarta. 150 hal.
Windarti, dkk. 2011. Buku Ajar Fisiologi Hewan Air. Universitas Riau, Pekanbaru. 70 hal.
Yuwono, E. dan P. Sukardi. 2001. Fisiologi Hewan Air. CV Sagung Seto, Jakarta. 64 hal.
WWW.Wikipedia.com.diunggah pada hari Rabu, 26  April 2012 Pukul 14.30






 









LAMPIRAN





Gambar alat-alat yang di gunakan saat praktikum























DAFTAR ISI

Isi                                                                                                                Halaman
KATA PENGANTAR.............................................................................               i
DAFTAR ISI.............................................................................................              ii
DAFTAR GAMBAR...............................................................................            iii
DAFTAR LAMPIRAN...........................................................................             iv
1       PENDAHULUAN...........................................................................              1
         1.1 Latar Belakang.............................................................................              1
         1.2 Tujuan dan Manfaat.....................................................................              2
II      TINJAUAN PUSTAKA.................................................................              3
III     METODE PRAKTIKUM..............................................................              5
         3.1 Waktu dan Tempat......................................................................              5
         3.2 Bahan dan Alat............................................................................              5
         3.3 Metode Praktikum.......................................................................              5
         3.3 Prosedur Praktikum.....................................................................              5
IV    HASIL DAN PEMBAHASAN.......................................................              8
         4.1 Hasil.............................................................................................              8
         4.2 Pembahasan.................................................................................              9
V      KESIMPULAN DAN SARAN......................................................            11
         5.1 Kesimpulan..................................................................................            11
         5.2 Saran............................................................................................            11
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR

Gambar                                                                                                      Halaman
1. Darah Kontrol.........................................................................................              8
2. Darah + Aquades....................................................................................              8
3. Darah + NaCl 3%...................................................................................              8
4. Darah + Aquades + NaCl 3%.................................................................              9
5. Darah + NaCl 3% + Aquades.................................................................              9

















LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN AIR
DENGAN JUDUL:
RUPA DARAH SECARA MAKROSKOPIS DAN MIKROSKOPIS
SEBELUM DAN SESUDAH HAEMOLISIS

Oleh :
WINDARTI NOFRIYAN NENGSIH
1004136050
ILMU KELAUTAN



LABORATORIUM BIOLOGI PERIKANAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN LMU KELAUTAN
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar